Islam Nusantara - Halaman 2/2

Budaya sebagai kekayaan lokal Nusantara yang sangat dekat dengan manusia-manusia digunakan oleh para ulama mendakwahkan memperkenalkan Islam tanpa menghapus budaya itu dan tanpa mengurangi hakikat Islam. Pada akhirnya Islam tertanam didalam jiwa masyarakat Nusantara melalui kebudayaan yang sudah terdahulu mendarah daging didalam jiwa dan raga mereka.

Ringkasnya, Islam Nusantara adalah sebuah Istilah yang mencounter Ummat Islam Indonesia dari paham-paham Radikalisme dan Liberalisme yang selama ini terlalu anti budaya, ia adalah sebuah khazanah baru dalam berislam khas Nusantara tanpa menggerus dan tanpa merubah hakikat Islam.

Maka jelas bahwa perkataan-perkataan yang serupa dengan "kenapa mesti ada Islam Nusantara? Kenapa bukan Islam saja, Islam yah Islam, nggak perlu pakai embel-embel Nusantara" adalah Sebuah ekspresi Sesat Logika.

Sama halnya mereka bertanya "kenapa mesti ada Islam Ahlussunah Waljamaah? Kenapa bukan Islam saja, Islam yah Islam, nggak perlu pakai embel-embel Ahlussunah Waljamaah".

Ahmad Syukur Ibnu Tepu
Founder & CEO Santri As'adiyah